Showing posts with label Lab Safety. Show all posts
Showing posts with label Lab Safety. Show all posts

Tuesday, 6 October 2015

Penyimpanan Bahan Kimia

0 comments


Mengapa kita perlu menjaga bahan kimia yang tidak kompatibel dipisahkan ?
Ini adalah Karena beberapa bahan kimia berbahaya akan bereaksi satu dengan lainnya untuk menghasilkan gas yang sangat berbahaya, dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan atau bahkan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Untuk itu, terdapat beberapa bahan kimia yang tidak boleh disimpan berdekatan satu sama lainnya.



Bagaimana saya tahu mana bahan kimia yang tidak kompatibel?
Pencarian informasi tersedia dari Lembar Data Keselamatan (MSDS) yang disediakan oleh produsen atau pemasok. Itulah salah satu alasan mengapa vendor diwajibkan oleh hukum untuk Memberikan MSDS.

(silahkan baca : MSDS )

Section     Deskripsi
    7         Penyimpanan dan Penanganan Bahan
    9         Sifat-sifat Fisika dan Kimia
   10        Reaktifitas dan Stabilitas
   13        Pembuangan Limbah


Berikut panduan umum menyimpan bahan kimia;
1. Sediakan tempat penyimpanan khusus untuk masing-masing bahan kimia dan kembalikan
    bahan kimia ke tempat itu setelah digunakan.
2. Simpan bahan dan peralatan di lemari dan rak khusus penyimpanan.
3. Amankan rak dan unit penyimpanan lainnya. Pastikan rak memiliki bibir pembatas di bagian
    depan agar wadah tidak jatuh.
4. Hindari menyimpan bahan kimia di atas bangku, kecuali bahan kimia yang sedang digunakan.
5. Jangan menyimpan bahan pada rak yang tingginya lebih dari 5 kaki (~1,5 m).
6. Hindari menyimpan bahan berat di bagian atas.
7. Jaga agar pintu keluar, koridor, area di bawah meja atau bangku, serta area peralatan
    keadaan darurat tidak dijadikan tempat penyimpanan peralatan dan bahan.
8. Labeli semua wadah bahan kimia dengan tepat.
9. Hindari menyimpan bahan kimia pada tudung asap kimia, kecuali bahan kimia yang sedang
    digunakan.
10. Simpan cairan yang mudah terbakar di lemari penyimpanan cairan yang mudah terbakar yang
      disetujui.
11. Jangan memaparkan bahan kimia yang disimpan ke panas atau sinar matahari langsung.
12. Simpan bahan kimia dalam kelompok-kelompok bahan yang sesuai secara terpisah yang
      disortir berdasarkan abjad.
13. Ikuti semua tindakan pencegahan terkait penyimpanan bahan kimia yang tidak sesuai.
14. Berikan tanggung jawab untuk fasilitas penyimpanan dan tanggung jawab lainnya di atas
      kepada satu penanggung jawab utama dan satu orang cadangan.

Wadah dan Peralatan
Ikuti panduan khusus di bawah ini tentang wadah dan peralatan yang digunakan untuk menyimpan bahan kimia.
1. Gunakan perangkat pengaman sekunder, seperti wadah pengaman
2. Gunakan baki penyimpanan yang tahan korosi sebagai perangkat pengaman sekunder untuk
    tumpahan, kebocoran, tetesan, atau cucuran.
3. Sediakan lemari berventilasi di bawah tudung asap kimia untuk menyimpan bahan berbahaya.
4. Segel wadah untuk meminimalkan terlepasnya uap yang korosif, mudah terbakar, atau
    beracun.

Penyimpanan Cairan yang Mudah Terbakar dan Gampang Menyala
Cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala di laboratorium hanya boleh tersedia dalam jumlah terbatas. Jumlah yang diperbolehkan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk
- konstruksi laboratorium;
- jumlah zona api dalam gedung;
- tingkat lantai tempat laboratorium berlokasi;
- sistem pelindungan api yang dibangun dalam laboratorium;
- adanya lemari penyimpanan cairan yang mudah terbakar atau kaleng keselamatan; dan
- jenis laboratorium (yaitu, pendidikan atau penelitian dan pengembangan).

Ikuti panduan ini untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala:
1. Jika tempatnya memungkinkan, simpan cairan yang gampang menyala dalam lemari
    penyimpanan bahan yang mudah terbakar.
2. Simpan cairan gampang menyala di dalam wadah aslinya (atau wadah lain yang disetujui) atau
    dalam kaleng keselamatan.
3. Simpan 55 galon (~208-L) drum cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala dalam
    ruang penyimpanan khusus untuk cairan yang mudah terbakar.
4. Jauhkan cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala dari bahan oksidasi kuat, seperti
    asam nitrat atau kromat, permanganat, klorat, perklorat, dan peroksida.
5. Jauhkan cairan yang mudah terbakar dan gampang menyala dari sumber penyulutan.

Penyimpanan Silinder Gas
Periksa undang-undang gedung dan kebakaran internasional, regional, dan lokal untuk menentukan jumlah gas maksimal yang dapat disimpan di dalam laboratorium. Dengan gas beracun dan reaktif, atau gas penyebab mati lemas dalam jumlah besar, lemari gas khusus mungkin diperlukan. Lemari gas dirancang untuk pendeteksian kebocoran, penggantian yang aman, ventilasi, dan jalan keluar darurat.

Untuk gas laboratorium yang biasanya digunakan, pertimbangkan pemasangan sistem gas internal. Sistem tersebut menghapuskan perlunya pengiriman dan penanganan silinder gas mampat dalam laboratorium. Bab 10, Bagian 3, memberikan informasi tambahan tentang pengelolaan gas mampat dalam laboratorium.

Penyimpanan Zat yang Sangat Reaktif
Periksa undang-undang gedung dan kebakaran internasional, regional, atau lokal untuk menentukan jumlah maksimal bahan kimia yang sangat reaktif yang dapat disimpan di dalam laboratorium. Ikuti panduan umum di bawah ini saat menyimpan zat yang sangat reaktif.
1. Pertimbangkan persyaratan penyimpanan setiap bahan kimia yang sangat reaktif sebelum
    membawanya ke dalam laboratorium.
2. Baca MSDS atau literatur lainnya dalam mengambil keputusan tentang penyimpanan bahan
    kimia yang sangat reaktif.
3. Bawa bahan sejumlah yang diperlukan ke dalam laboratorium untuk tujuan jangka pendek
    (hingga persediaan 6 bulan, tergantung pada bahannya).
4. Pastikan memberi label, tanggal, dan mencatat dalam inventaris semua bahan yang sangat
    reaktif segera setelah bahan diterima.
5. Jangan membuka wadah bahan yang sangat reaktif yang telah melebihi tanggal
    kedaluwarsanya. Hubungi koordinator limbah berbahaya di lembaga Anda untuk mendapatkan
    instruksi khusus.
6. Jangan membuka peroksida organik cair atau pembentuk peroksida jika ada kristal atau
    endapan. Hubungi HSE Anda untuk mendapatkan instruksi khusus.
7. Untuk masing-masing bahan kimia yang sangat reaktif, tentukan tanggal pengkajian untuk
    mengevaluasi kembali kebutuhan dan kondisi dan untuk membuang (atau mendaur ulang)
    bahan yang terurai dari waktu ke waktu.
8. Pisahkan bahan berikut:
    – agen pengoksidasi dengan agen pereduksi dan bahan mudah terbakar;
    – bahan reduksi kuat dengan substrat yang mudah direduksi;
    – senyawa piroforik dengan bahan yang mudah terbakar; dan
    – asam perklorik dengan bahan reduksi.
9. Simpan cairan yang sangat reaktif di baki yang cukup besar untuk menampung isi botol.
10. Simpan botol asam perklorik dalam baki kaca atau keramik.
11. Jauhkan bahan yang dapat diubah menjadi peroksida dari panas dan cahaya.
12. Simpan bahan yang bereaksi aktif dengan air sejauh mungkin dari kemungkinan kontak
     dengan air.
13. Simpan bahan yang tidak stabil karena panas dalam lemari es. Gunakan lemari es dengan
     fitur keselamatan ini:
     – semua kontrol yang menghasilkan percikan di bagian luar;
     – pintu terkunci magnetik;
     – alarm yang memperingatkan jika suhu terlalu tinggi; dan
     – suplai daya cadangan.
14. Simpan peroksida organik cair pada suhu terendah yang mungkin sesuai dengan daya larut
     atau titik beku. Peroksida cair sangat sensitif selama perubahan fase.
15. Lakukan inspeksi dan uji bahan kimia pembentuk peroksida secara periodik dan beri bahan
     label akuisisi dan tanggal kedaluwarsa. Buang bahan kimia yang kedaluwarsa.
16. Simpan bahan yang sangat sensitif atau simpan lebih banyak bahan eksplosif dalam kotak
     anti ledakan.
17. Batasi akses ke fasilitas penyimpanan.

Penyimpanan Bahan yang Sangat Beracun
Lakukan tindakan pencegahan berikut saat menyimpan karsinogen, toksin reproduktif, dan bahan kimia dengan tingkat toksisitas akut tinggi.
1. Simpan bahan kimia yang diketahui sangat beracun dalam penyimpanan berventilasi dalam
    perangkat pengaman sekunder yang resisten secara kimia dan anti pecah.
2. Jaga jumlah bahan pada tingkat kerja minimal.
3. Beri label area penyimpanan dengan tanda peringatan yang sesuai.
4. Batasi akses ke area penyimpanan.
5. Pelihara inventaris untuk semua bahan kimia yang sangat beracun.

Pemindahan, Pengangkutan, dan Pengiriman Bahan Kimia
Saat memindahkan bahan kimia di lokasi kerja, gunakan perangkat pengaman sekunder, seperti kaleng karet, untuk membawa bahan kimia yang disimpan dalam botol. Lembaga dengan kampus yang besar mungkin ingin memakai pembawa atau kendaraan khusus untuk mengangkut bahan yang diatur peraturan tertentu.

Peraturan internasional berlaku untuk pemindahan bahan kimia, sampel, dan bahan penelitian lainnya di jalan publik, dengan pesawat terbang, atau melalui pos atau pengangkutan lainnya. Hukum nasional dan internasional mengatur dengan ketat pengiriman domestik dan internasional sampel, contoh, obat, dan elemen genetik, serta peralatan penelitian, teknologi, dan bahan, meski bahan tersebut tidak berbahaya, tidak berharga, atau umum sekali pun.

Untuk sebagian besar bahan kimia, bahan biologis, dan radioaktif, pengiriman domestik atau internasional diatur oleh International Air Transport Association (IATA/Asosiasi Transportasi Udara Internasional; lihat www.iata.org). Individu yang mempunyai sertifikat IATA harus melakukan inspeksi pengemasan, pengkajian administrasi, dan menandatangani dokumen pengiriman.

Beri label selengkap mungkin segala sampel bahan eksperimen yang akan dikirimkan. Jika tersedia, sertakan informasi berikut dengan bahan eksperimen yang dikirimkan:
a) Pemilik awal: nama pemilik atau individu yang menerima bahan pertama kali. Jika
    mengirimkan bahan ke fasilitas lainnya, tambahkan informasi kontak untuk orang yang dapat
    memberikan informasi penanganan yang aman.
b) Tanda pengenal: rujukan catatan laboratorium.
c) Komponen berbahaya: komponen berbahaya utama yang diketahui.
d) Potensi bahaya: bahaya yang mungkin timbul.
e) Tanggal: tanggal bahan diletakkan di wadah dan diberi label.
f) Dikirim ke: nama, lokasi, dan nomor telepon orang yang menjadi tujuan pengiriman bahan.
g) MSDS: sertakan ini dengan sampel bahan berbahaya yang dikirimkan ke lembaga lainnya.

Angkut bahan berbahaya menggunakan kendaraan yang dirancang khusus yang mematuhi peraturan internasional. Jangan menggunakan kendaraan pribadi, perusahaan, atau lembaga (termasuk pesawat terbang), untuk mengirimkan bahan kimia berbahaya.

Saturday, 3 October 2015

MSDS

0 comments


MSDS atau material Safety Data Sheet, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) merupakan dokumen acuan keselamatan kerja bagi analis laboratorium. Tujuan dari MSDS adalah untuk memberikan informasi yang cukup untuk analis laboratorium untuk memilih fasilitas, peralatan, dan tindakan pencegahan agar bekerja dengan aman dan untuk mencegah pemaparan bahan kimia berbahaya terhadap orang atau lingkungan sekitar. Informasi meliputi apa yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan bahan kimia tertentu.

Rincian isi MSDS antara lain :
1. Identitas Bahan dan Perusahaan
2. Identifikasi bahaya
3. Komposisi Bahan
4. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
6. Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan
8. Pengendalian pemajanan dan perlindungan diri
9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia
10. Reaktifitas dan Stabilitas
11. Informasi Toksikologi
12. Informasi Ekologi
13. Pembuangan limbah
14. Informasi pengangkutan
15. Peraturan Perundang - undangan
16. Informasi lain

Beberapa bagian yang penting dari MSDS adalah;
• Bagian 2: Identifikasi Bahaya, Termasuk keadaan darurat
• Bagian 4: Tindakan Pertolongan Pertama pada kecelakaan (P3K)
• Bagian 5: Tindakan Penanggulangan Kebakaran
• Bagian 6: Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
• Bagian 7: Penyimpanan dan Penanganan Bahan
• Bagian 8: Pengendalian pemajanan dan perlindungan diri

Seharusnya bagian informasi penting dalam MSDS dibaca sebelum mulai bekerja dengan bahan kimia asing. Hal ini dikarenakan akan sangat sulit untuk membaca MSDS ketika Anda pusing, kondisi terbakar, atau tidak sadar.

Lembaran MSDS harus tersedia dan mudah diakses di laboratorium, MSDS biasanya disediakan oleh pemasok bahan kimia atau bisa didapat secara online seperti di http://www.ilpi.com/msds

 

Sampling & Analisis Copyright © 2013
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger