Monday, 10 July 2017

Cara Menghitung Koefisien Korelasi (r)


Koefisien korelasi atau correllation coeficient yang disimbolkan dengan "r", adalah ukuran korelasi linear antara dua variable. Koefisien korelasi (r) dapat dihitung dari data yang sama digunakan untuk menghasilkan persamaan garis lurus (y = mx + b). Nilai Koefisien korelasi (r) memperkirakan linieritas sebenarnya dari data asli. Dengan kata lain, r memperkirakan seberapa baik persamaan garis lurus (atau regresi linier) mewakili titik data yang tersebar yang diplot pada grafik XY.

Nilai r berkisar dari -1 sampai +1 tergantung pada kemiringan garis. Nilai r +1 menunjukkan titik data memiliki hubungan linier sempurna dan garis memiliki kemiringan positif, karena konsentrasi sampel (X) meningkat, nilai absorbansi sampel (Y) juga meningkat. Nilai r -1 menunjukkan titik data memiliki hubungan linier sempurna dan garis memiliki kemiringan negative, karena konsentrasi sampel (X) meningkat, nilai absorbansi sampel ( Y) menurun.



Menghitung koefisien korelasi (r)

Seperti halnya perhitungan regresi linier, menghitung koefisien korelasi atau nilai r menggunakan rumus sebagai berikut:


Contoh perhitungan:



Langkah 1 – Hitung nilai rata-rata (mean) x̄, dengan cara menjumlahkan seluruh nilai x, kemudian membaginya dengan jumlah data.

Langkah 2 – Hitung nilai rata-rata (mean) ȳ, dengan cara menjumlahkan seluruh nilai y, kemudian membaginya dengan jumlah data.

Langkah 3 - Hitung kuadrat dari (x - x̄) dan jumlah kuadratnya

Langkah 4- Hitung kuadrat dari (y - ȳ) dan jumlah kuadratnya

Langkah 5 – Hitung jumlah (x - x̄) (y - ȳ)

Langkah 6 – masukkan ke dalam rumus koefisien korelasi;


Perhitungan menggunakan Excel

Koefisien korelasi dapat dihitung menggunakan excel dengan fungsi CORREL seperti contoh di bawah;






Share this article :

0 comments:

Post a comment

 

Sampling & Analisis Copyright © 2013
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger