Wednesday, 11 October 2017

Cara Menghitung Confidence Interval (CI)

1 comments


Ketika kita melakukan sejumlah pengukuran pada sebuah sampel dan menghitung nilai rata-rata pengukuran tersebut, kita dapat memperkirakan nilai aktual untuk pengukuran tersebut. Meskipun nilai rata-rata ini merupakan perkiraan terbaik dari nilai sebenarnya, namun ini tetap hanya perkiraan. Kita dapat menghitung Confidence Interval (interval kepercayaan) pengukuran ini untuk mengekspresikan ketepatan perkiraan pengukuran kita.

Thursday, 5 October 2017

Screening Polymerization Potential Limbah

0 comments


Ruang Lingkup
Prosedur ini meliputi penaksiran potensi polimerisasi limbah. Prosedur ini dapat digunakan untuk limbah cair, lumpur, semi-padat, dan padat.

Prosedur pengujian ini dapat digunakan untuk mendeteksi potensi polimerisasi berbahaya dari limbah yang mengandung atau dicurigai mengandung iso sianat, seperti metilen bis-phenisosianat, metilen diisosianat (MDI), atau toluene diisosianat (TDI).


Prinsip
Reaktifitas limbah ditetapkan dengan penambahan sejumlah sampel ke dalam trietilamin yang berjumlah sama dengan sampel dan pengamatan semua tanda terjadinya reaksi, seperti kenaikan temperature, pelepasan gas, pembentukan gel atau polimerisasi.


Peralatan
1. Beaker atau tabung reaksi

2. Pipet tetes yang dapat dibuang

3. Batang pengaduk gelas

4. Mixer vortex, sebagai alternatif

5. Termometer, 20 hingga 110 oC, dengan ketelitian 0.5 oC


Reagen
Trietilamin, (CH3)N


Prosedur Kerja
1. Tempatkan kira-kira 2 ml sampel ke dalam beaker atau tabung reaksi, dan ukur temperatur sampel

2. Tambahkan kira-kira 2 ml trietilenamin ke dalam sampel dan aduk hingga homogen menggunakan batang pengaduk gelas atau dengan menggunakan mixer vortex.

3. Lanjutkan dengan memonitor temperature campuran selama beberapa menit. Amati dan catat semua tanda terjadinya reaksi, seperti pelepasan gas, asap, penghangusan, pengendapan, pembentukan gel, polimerisasi, atau pembakaran.

4. Jika terdapat salah satu tanda terjadinya reaksi di atas yang teramati, maka sampel bersifat reaktif dan tidak lolos pengujian.


Referensi

ASTM D5058-90

Monday, 2 October 2017

Glass Thief Sampler

0 comments


Alat sampling yang paling banyak digunakan untuk pengambilan sampel di dalam drum adalah tabung gelas (glass thief, diameter dalam 6 mm sampai 16 mm, dan panjangnya 48 inci). Alat ini sederhana, hemat biaya, cepat, dan mengumpulkan sampel tanpa harus didekontaminasi.

Pedoman Sampling menggunakan Glass Thief Sampler;

1. Lepaskan penutup wadah sampel.

2. Masukkan tabung gelas hampir ke bagian bawah drum atau sampai lapisan padat/sludge dijumpai, angkat tabung gelas sekitar 10 - 30 cm  dari dasar drum atau lapisan padat/sludge.

3. Biarkan limbah di drum mencapai level alami di tabung.

4. Tutup bagian atas tabung sampling dengan stopper atau ibu jari, pastikan cairan tetap berada di dalam tabung gelas.

5. Lepaskan tabung yang tertutup dengan hati-hati dari drum dan masukkan ujung bawah tabung gelas ke dalam wadah sampel. Hindari cairan tumpah di bagian luar wadah sampel.

6. Lepaskan stopper dan biarkan isi glass thief mengalir seluruhnya ke dalam wadah sampel. Isi wadah sampel sekitar dua pertiga kapasitasnya.

7. Keluarkan tabung dari wadah sampel

8. Tutup wadah sampel dengan rapat dan tempelkan label

 

Sampling & Analisis Copyright © 2013
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger