Tuesday, 7 November 2017

Pelatihan Personil Laboratorium


Dalam ISO 17025, laboratorium harus memiliki proses terdokumentasi untuk: seleksi pegawai; pelatihan; supervisi; otorisasi; dan pemantauan/monitoring terhadap personil yang terlibat dalam kegiatan laboratorium. Personil yang melakukan tugas tertentu harus mempunyai kualifikasi berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau keterampilan yang ditunjukkan. Untuk personel dengan kompetensi yang belum memadai (sedang menjalani pelatihan), maka pekerjaannya harus disupervisi oleh personel kompeten yang ditunjuk.

Untuk tujuan di atas, laboratorium harus menentukan program dan sasaran pelatihan personil yang dirumuskan sesuai tuntutan pekerjaan sekarang dan yang akan datang.


Identifikasi Kebutuhan dan Sasaran Pelatihan

Kebutuhan dan sasaran pelatihan ditentukan oleh manajemen laboratorium, kebutuhan diidentifikasi mempertimbangkan:
• Pelatihan silang untuk meningkatkan produktifitas laboratorium

• Menurunnya tren mutu/kualitas

• Perubahan jenis pekerjaan

• Perubahan persyaratan atau prosedur

• Penambahan layanan analitis

Secara umum, pelatihan ditujukan untuk membiasakan personel dengan kebijakan dan prosedur laboratorium, memastikan personil mengetahui adanya perubahan pada kebijakan dan prosedur, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam teknik analisis dan / atau preparasi yang tepat, dan memahami teori yang mendasari pekerjaan tersebut.

Contoh Formulir Kebutuhan Pelatihan Karyawan
Catatan: Alasan pengusulan pelatihan biasanya untuk pembekalan, peningkatan prestasi dan pengembangan kompetensi guna meningkatkan kinerja.


Jenis-jenis Pelatihan

1. Pelatihan Internal

Pelatihan ini umumnya dilakukan secara spesifik menurut kebutuhan organisasi dan cukup populer karena dapat menghemat biaya mengirim karyawan keluar organisasi untuk mengikuti pelatihan.

Trainer untuk pelatihan internal ditentukan oleh manajemen laboratorium dengan kriteria sebagai berikut;
1. Chemist/Analyst berpengalaman dapat memberikan pelatihan mengenai prosedur teknis, penggunaan peralatan lab, dan persyaratan jaminan mutu. Trainer harus memiliki pemahaman SOP yang lengkap dan menyeluruh, berpengalaman dan memiliki pengetahuan kerja tentang prosedur terkait.

2. Enginer/Tehnisi vendor dapat menjadi trainer untuk penggunaan dan pengoperasian peralatan khusus.

2. Pelatihan Eksternal

Pelatihan eksternal biasa dilakukan ketika perusahaan membutuhkan berbagai jenis pelatihan khusus yang tidak bisa diberikan oleh perusahaan. Pelatihan akan dipilih berdasarkan penerapan tanggung jawab pekerjaan. Kualifikasi penyelenggara pelatihan dan instruktur harus ditinjau sebelum persetujuan pelatihan.



Proses Pelatihan

Proses pelatihan untuk prosedur teknis seperti analisis laboratorium terdiri dari langkah-langkah berikut:
1) Peserta pelatihan (trainee) membaca SOP dan dokumen lain yang berlaku.

2) Peserta pelatihan mengamati demonstrasi prosedur oleh trainer yang berkualifikasi.

3) Peserta pelatihan melakukan prosedur yang diawasi oleh trainer yang berkualifikasi sesering mungkin untuk menjadi mahir.

4) Peserta pelatihan berhasil menyelesaikan prosedur secara independen dan menandatangani "Completion of Training" pada Formulir Training Record.

5) Jika perlu, peserta pelatihan mungkin diminta untuk melakukan uji profisiensi yang ditentukan oleh manajemen laboratorium.

Contoh Formulir Training Record



Mengukur Efektivitas Program Pelatihan

Laboratorium melakukan evaluasi efektifitas pelatihan kepada peserta pelatihan untuk mengetahui seberapa jauh pelatihan yang telah diikuti dapat meningkatkan kinerjanya. Efektivitas program pelatihan dievaluasi dengan menggunakan sejumlah indikator, diantaranya:
• Kinerja dalam program pengendalian mutu

• Kinerja dalam program uji profisiensi

• Evaluasi data yang dihasilkan dalam program round robin

• Analisis sampel blind QC

• Kinerja pada audit internal dan eksternal

Contoh Formulir Evaluasi Hasil Pelatihan


File Pelatihan

Berkas pelatihan harus dipelihara untuk semua pegawai teknis. File personalia harus berisi semua dokumentasi umum yang terkait dengan karyawan tersebut. File pelatihan harus mencakup semua file yang terkait dengan pelatihan awal dan berkelanjutan dari karyawan.




Share this article :

1 comments:

 

Sampling & Analisis Copyright © 2013
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger