Monday, 17 August 2015

Cation Anion Balance

Dasar dari kesetimbangan ion (Cation-Anion Balance) adalah bahwa semua larutan bersifat netral (electrically neutral), perhitungan kesetimbangan ion dilakukan dengan cara mengkonversi semua anion dan kation utama (major ion) pada sampel air dari satuan mg/L menjadi meq/L (milliequivalent/L), dan menjumlah meq baik kation dan anion.

Perhitungan kesetimbangan ion harus mencakup semua anion dan semua kation yang terdapat dalam sampel. Namun secara komersial ini sulit dilakukan, kation dan anion yang perlu dimasukkan dalam kesetimbangan ion biasanya adalah;

anion
HCO3 – (alkalinity), Cl-, SO42-, NO3-, PO43-
kation
Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Fe2+, Al3+, Mn2+, NH4-N,  


Kriteria Keberterimaan (menurut APHA)

Hitung % Difeerence menggunakan rumus:



Kriteria keberterimaan untuk sampel air bersih adalah;

Cation Anion Balance



Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Anion - Cation Balance

Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan ion, dan ini harus diperhitungkan ketika menafsirkan hasil. Faktor-faktor tersebut diantaranyai;

1. padatan tersuspensi (suspended solid)
Bikarbonat dihitung dari alkalinity. Alkalinity ditentukan dengan titrasi. Jika ada karbonat hadir dalam padatan tersuspensi mereka larut secara perlahan-lahan selama titrasi, sehingga memberikan pembacaan yang lebih tinggi untuk alkalinity, dan karenanya nilai bikarbonat (anion) akan tinggi. Kation teradsorpsi ke padatan tersuspensi juga dapat bertukar dengan H + titran, lagi menaikkan alkalinity sampel.

2. Penyaringan sampel.
Jika alkalinity ditentukan dari sampel yang disaring (misalnya ketika mencoba untuk mengatasi masalah dari nomor 1), beberapa CO2 yang mudah menguap mungkin telah hilang selama penyaringan. Hal ini akan mengubah pH. Solusinya tampaknya untuk berhati-hati ketika mengumpulkan sampel sehingga tidak ada padatan tersuspensi, atau sampel disentrifus untuk menghapus padatan tersuspensi

3. Spesies tidak termasuk dalam perhitungan.
Sebagai contoh, spesies berikut yang biasanya tidak termasuk dalam perhitungan neraca anion / kation karena mereka tidak biasa hadir pada tingkat signifikan tetapi dapat mempengaruhi keseimbangan ion.
• Fluorida
• Lithium (sampel air panas bumi)
• Silika (hadir sebagai silikat)
• Boron (hadir sebagai borat, sampel air panas bumi)


Untuk menghitung cation-anion balance sebagai berikut;

1. Hitung kadar anion dan kation (mg/L)  (A)

2. Tentukan berat atom/molekul anion dan kation (mg/mmol) (B)

3. Tentukan valensi anion dan kation (C)

4. Tentukan berat ekivalen anion dan kation (mg/mek) dengan cara membagi mg/mmol dengan valensi (D)

5. Hitung mek/L dengan cara membagi kadar (A) dengan  mili gram ekivalen (D)

    Parameter
    Kadar (mg/L)
    (A)
    Berat atom (mg/mmol)
    (B)
    Valensi
    (C)
    Berat ekivalen
    (mg/mek)
    (D)
    mek/L
    Ca2+
    92.0
    40.08
    2
    20.04
    4.59
    Mg2+
    34.0
    24.31
    2
    12.155
    2.80
    Na+
    8.2
    23
    1
    23
    0.36
    K+
    1.4
    39.1
    1
    39.1
    0.036
    Fe3+
    0.1
    55.8
    3
    18.6
    0.005
    HCO3-
    325.0
    61.0
    1
    61
    5.33
    SO42-
    84.0
    96.1
    2
    48.05
    1.75
    Cl-
    9.6
    35.5
    1
    35.5
    0.270
    NO3-
    13.0
    62.0
    1
    62
    0.210

    S kation
    7.78
    S anion
    7.5
    % Difference
    1.46

    Dari hasil diatas sum anion adalah 7.5 mek/L dan % Difference = 1.46%, maka sesuai APHA hasil analisa sampel air tersebut akurat.

    Share this article :

    0 comments:

    Post a comment

     

    Sampling & Analisis Copyright © 2013
    Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger