Analisis trace metal memerlukan deteksi dan identifikasi kadar logam yang sangat rendah pada suatu sample. Kualitas, kinerja dan sensitivitas instrumen menjadi sangat penting dan biasanya membutuhkan staf yang berpengalaman untuk mengoperasikan instrument teknologi yang sangat selektif menggunakan metode yang akurat dan dapat diandalkan.
Berikut adalah perbandingan analisis trace metal menggunakan AAS-Flame, AAS-Grafite, ICP-AES, dan ICP-MS:
1. Flame Atomic Absorption Spectrometry (FAAS)
Kelebihan | Kekurangan |
• Mudah digunakan • Sangat cepat • Biaya modal terendah • Relatif sedikit gangguan • Instrumen yang sangat ringkas • Kinerja yang baik | • Limit deteksi sedang • Keterbatasan unsur logam yang dapat dideteksi • 1-10 elemen per penentuan • Tidak memiliki kemampuan screening |
2. Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrometry (GFAAS)
Kelebihan | Kekurangan |
• Batas deteksi yang sangat baik • Membutuhkan sedikit sampel • Harga relatif rendah • Instrumen yang sangat ringkas • Gangguan spektral sedikit | • Waktu analisis lambat • Mudah mengalami gangguan kimia • Keterbatasan unsur logam yang dapat dideteksi • 1-6 elemen per penentuan • Tidak memiliki kemampuan screening • Dynamic rangeterbatas |
3. Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectrometry (ICP-AES)
Kelebihan | Kekurangan |
• Mudah digunakan • Multi-elemen • Produktivitas tinggi • Sangat ekonomis untuk banyak sampel dan / atau unsur logam • Gangguan kimia sedikit • Kemampuan screeningyang sangat baik • Dapat menganalisa sampel dengan kadar total padatan terlarut tinggi • Dapat menganalisa sampel padat dan organic | • Batas deteksi rendah hingga sedang (tetapi sering jauh lebih baik dari FAAS) • kemungkinan mudah mengalami gangguan spektral • Memiliki keterbatasan terhadap beberapa jenis elemen / unsur logam |
4. Inductively Coupled Plasma - Mass Spectrophotometer (ICP-MS)
Kelebihan | Kekurangan |
• Batas deteksi yang sangat baik • Multi-elemen • Produktivitas tinggi • Sangat ekonomis untuk banyak sampel dan / atau elemen • Dynamic rangeluas • Dapat digunakan untuk pengukuran isotop • Kemampuan screening semikuantitatif yang cepat • Spektral mudah ditafsirkan | • Membutuhkan keterampilan pengembangan metode • Biaya modal awal yang lebih tinggi • Dapat mengalami beberapa gangguan spektral, tetapi dapat didefinisikan dengan baik • T erbatas untuk sample dengan kadar total padatan terlarut <0,2% |
Batas Deteksi
ICP-MS menghasilkan batas deteksi terbaik (biasanya 1-10 ppt), diikuti oleh GFAAS, (biasanya di kisaran sub-ppb) selanjutnya ICP-AES (dari urutan 1-10 ppb) dan terakhir FAAS (di kisaran sub-ppm). Tabel di bawah menunjukkan rentang batas deteksi untuk masing-masing teknik.
No comments:
Post a Comment